Full width home advertisement

Tulisan Seputar Dayak

Berita

Post Page Advertisement [Top]

Pemuda Dayak Kalimantan Barat
Pemuda adalah tonggak generasi masa depan. Pemuda bergerak berdasarkan idealisme serta semangat yang berkobar untuk menyerap berbagai inspirasi-inspirasi aktual yang ada di sekitar secara kritis namun penuh tanggung jawab. Namun seringkali yang terjadi, semangat yang berkobar-kobar ini cenderung menjadikan pemuda terlalu berlebihan dalam mengungkapkan opini, pendapat bahkan komentar. Ujung-ujungnya, pemuda banyak melampiaskan sifat kritis mereka dengan cara yang kurang tepat. Tanpa memperhatikan nilai kesopanan, etika dan norma yang baik, pemuda cenderung memperlihatkan taring anarkisme yang membuat nilai pemuda jatuh pada penilaian subjektif. Pemuda terlihat kasar, beringas, bertindak semau hati dan kurang bertanggung jawab. Untuk menjawab dasar pemikiran pada tonggak generasi penerus, pemuda harus mampu menahan emosi, elegan dan cerdas dalam menguraikan pendapatnya. Idealisme dapat dipertanggungjawabkan melalui berbagai opini membangun, kritik yang kaya akan solusi dan bersedia terjun bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Pemuda-pemuda Dayak yang cerdas dan kritis bermunculan dari berbagai sudut aspek kehidupan. Banyak dari pemuda yang ikut serta dalam Organisasi Kemasyarakatan & Pemuda (OKP) sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka sebagai pemuda yang produktif, penuh inspirasi, aspirasi dan tanggap pada berbagai isu sosial maupun politik yang ada. Pemuda Dayak hendaknya mampu berdialog serta berdiskusi mengenai berbagai perihal yang terjadi dalam lingkungan hidupnya. Diskriminasi, intoleransi, sukuisme, dan egoisme dinilai tidak relevan lagi untuk digunakan dalam rangka pendekatan nasionalis. Sayang sekali, untuk mengepakkan sayap lebar-lebar, Lembaga Organisasi Dayak dari tingkat Nasional, Kabupaten dan Kota, hingga lini terbawah berjuang keras untuk mempersatukan badan untuk perjuangan-perjuangan kemasyarakatan. Pemuda Dayak tidak tinggal diam dan gigit jari hanya mendengar isu-isu berlalu dan tenggelam begitu saja tanpa solusi. Ketika semua lilin meredut, Pemuda Dayak harus menjadi terang yang besar untuk menghidupkan kembali harapan-harapan yang padam. Misalkan perjuangan mempertahankan tanah adat, melawan transmigrasi yang diskriminatif terhadap masyarakat asli, memerangi kemiskinan dan kebodohan, pemberdayaan masyarakat menengah ke bawah di bidang pertanian, perkebunan, serta berbagai bidang lainnya yang berpihak pada rakyat. Pertanyaannya, apakah hal ini dapat terjadi apabila Pemuda Dayak menutup diri untuk bekerja sama dengan organisasi-organisasi di luar Organisasi Dayak? Jika bisa bekerja sama untuk hal lebih besar, semua itu takkan mustahil bagi kita untuk saling bertukar pikiran. 

Pemuda Dayak di masa dewasa ini masih terjebak dalam pola lama. Pola pikir lama ini terbentuk dari anggapan lama bahwa sub suku Dayak ini dan itu punya kelebihan dan kekurangan. Pengkotak-kotakan terhadap sub suku Dayak tertentu menyebabkan penyakit internal tubuh Dayak yang takkan kunjung sembuh. Alhasil, berbagai perbedaan pendapat, baik sosial maupun politik. Seorang tokoh besar Dayak untuk saat ini masih belum mampu mempersatukan Dayak secara utuh. Rasa saling curiga, saling tidak percaya menyebabkan Dayak terpecah belah menjadi beberapa kubu. Ini adalah tugas seorang Pemuda Dayak untuk mengubah pola pikir lama ini dengan lebih membuka pikiran seluas-luasnya untuk menerima berbagai masukan-masukan dari luar yang positif dengan memfilternya secara bijak. Wawasan luas dan terbuka tidak semerta-merta berpikir untuk menerima secara mentah-mentah, namun penuh perhitungan antara pikiran dan hati nurani. 

Pemuda Dayak harus mampu menatap masa depan dengan penuh rasa tanggung jawab. Ini tidak terlepas dari ideologi negara kita yang memberikan kita kemampuan untuk berkolaborasi bersama dengan etnis, suku dan agama lain. Berbagai lembaga lintas sosial, lintas suku, lintas agama menjadi jembatan besar untuk menghubungkan kemungkinan-kemungkinan yang selama ini terlihat mustahil. Nyatanya, keberhasilan bangsa kita berpengaruh pada berbagai gerakan-gerakan lintas lembaga ini. Harapan besar bagi kita semua, menjadikan pemuda Dayak untuk hidup dalam sikap Nasionalis. Sebagai bangsa yang hidup di atas tanah dan langit yang sama, kita menjunjung nilai yang sama yaitu nilai Persatuan. Bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar, budaya Dayak telah dikenal di berbagai penjuru belahan dunia dan sangat menarik bagi bangsa lain. Maka dari itu, nilai-nilai Budaya Dayak yang ramah, sopan dan beradat menjadi modal awal untuk membuka kerja sama dengan suku bangsa lain. Hidup pemuda Dayak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib