Full width home advertisement

Tulisan Seputar Dayak

Berita

Post Page Advertisement [Top]

Setelah sekian lama menunggu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ketapang, masyarakat boleh gembira karena Sang Bupati Bpk. Martin Rantan, SH dengan serius akan melaksanakan pembangunan infrastruktur sepanjang Pelang hingga Batu Tajam tahun 2018 ini. Kabupaten Ketapang merupakan salah satu Kabupaten dengan infrasfruktur terburuk untuk akses jalan antarkecamatan. Beberapa bupati telah menjabat begitu lama namun masih belum menjawab kebutuhan masyarakat Ketapang untuk hal infrastruktur. Namun, ketika Bapak Martin menjabat sebagai Bupati, banyak perubahan yang dialami Kabupaten Ketapang khususnya pembangunan jalan raya. Bayangkan saja, untuk mencapai kota Pontianak saja perlu belasan jam akibat jalan yang rusak sepanjang Kota Ketapang menuju Kecamatan Nanga Tayap, belum lagi daerah lainnya.

Bupati berdarah Dayak ini berkomitmen untuk membangun berbagai infrastruktur sebagai jawaban harapan masyarakat Kabupaten Ketapang. Diperkirakan proyek pembangunan jalan sepanjang Pelang-Batu Tajam ini memakan biaya 30,1 Milyar rupiah. Jalan Pelang-Batu Tajam ini biasa digunakan orang dari simpang Hulu, Jelai Hulu, Marau,Tanjung bahkan dari Manismata untuk menuju Kota Ketapang. Ia berjanji bahwa jalan Pelang tersebut akan tuntas sebelum akhir jabatannya pada tahun 2021.

Tak hanya itu, Bupati Ketapang juga menyebutkan pembangunan Jalan Pengatapan Kecamatan Tumbang Titi-Lalang panjang-Pebihingan Kecamatan Pemahan pada ABPD Tahun Anggaran 2018 dialokasikan anggaran Rp 4,9 milyar. Sehingga pada ruas jalan ini bisa langsung dihubungkan ke jalan trabn Kalimantan.

Selanjutnya juga dialokasikan anggaran untuk Jalan Tumbang Titi –Kali Ampu-Serengkah-Batu Bulan- Beringin sehingga tembus ke jalan Trans Kalimantan. Dengan begitu akses ruas jalan menuju Trans Kalimantan sampai ke Kota Ketapang bisa melalui ruas jalan tersebut. Untuk pembangunan di Jelai Hulu disebutkan Bupati Ketapang juga dialokasikan anggaran sebesar Rp 4,5 milyad untuk membangun jembatan kerangka baja.

Selama ini masyarakat Ketapang menggunakan akses jalan seadanya untuk pulang pergi menuju kota Pontianak melalui jalan darat. Ibaratkan datang putih bersih, pulang bisa penuh lumpur (musim hujan) atau merah karena debu (musim kemarau). Khususnya untuk kami sendiri yang sebenarnya merantau ke Kota Pontianak untuk bekerja, jika ingin pulang kampung harus mikir dua tiga kali. Medan yang sulit menjadi pertimbangan pribadi untuk pulang kampung, kecuali dalam situasi yang mengharuskan untuk pulang. Dengan adanya akses jalan yang akan dibangun tentu menjadi angin segar bagi kami pribadi. Dan lagi, akses jalan yang lancar akan meningkatkan perekonomian daerah dan mempengaruhi pendapatan daerah untuk meningkatkan infrastruktur lainnya.

Kita doakan bapak Martin Rantan semoga selalu sehat dan mampu untuk terus membangun Kabupaten Ketapang semakin lebih baik. Kita percaya, di tangan orang yang benar-benar memiliki hati untuk membangun, semua permasalahan masyarakat akan terjawab. Dan ini terbukti bahwa putera daerah akan memperhatikan wilayahnya dengan lebih baik. Jayalah Kabupaten Ketapang !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib