![]() |
| Kondisi Paska Penyerangan Gereja St. Lidwina |
Seluruh masyarakat Indonesia berdukacita dengan berbagai peristiwa penyerangan beberapa tokoh agama yang terjadi di Indonesia. Setelah lama menunggu komentar pemimpin besar Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono XI akhirnya angkat bicara. Beliau mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan karena selama ini kebersamaan sebagai budaya yang telah lama terjaga harus terjadi penyerangan seperti ini. Beliau juga melanjutkan tidak paham kenapa ada peristiwa keji tanpa ada rasa kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa tindak kejahatan bukanlah karakter masyarakat Yogyakarta.
![]() |
| Mgr. Agustinus Agus |
Di tempat yang berbeda, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menghimbau agar umat Katolik di Kalimantan Barat tetap tenang dan tidak terpancing oleh peristiwa penyerangan di Gereja St. Lidwina Yogyakarta. Uskup Agung Pontianak juga mengajak umat mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat hukum dan keamanan setempat. Tidak hanya itu, Uskup juga menegaskan kepada umat untuk tetap berpikir posifit dan tidak menafsirkan dengan berbagai hal. Ia mengharapkan agar kejadian ini tidak dipolitisir mengingat menjelang Pilkada suatu hal kecil dapat menjadi hal besar untuk kepentingan politik golongan tertentu.
![]() |
| Suryatman Gidot |
Bakal Wakil Calon Gubernur Kalbar 2018-2023, Suryatman Gidot mengutuk keras aksi penyerangan Gereja St. Lidwina Yogyakarta. Ia menegaskan kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku teror yang telah merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Bupati Bengkayang dua periode ini meminta kepada aparat serta pemerintah agar memulihkan rasa aman khususnya bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadahnya. Ia menghimbau untuk mewaspadai pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban di Kalbar.
![]() |
| Bruder Stephanus Paiman, OFMCap |
Bruder Kapusin Stephanus Paiman, OFMCap yang adalah ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak juga angkat bicara mengenai kasus ini. Ia menghimbau agar masyarakt tetap tenang. Ketua Justice Peace and Integration of Creation OFMCap ini juga mengharapkan agar bentuk-bentuk penyerangan terhadap pemuka agama baik itu Kyai, pastor, pendeta, maupun biksu dapat segera diakhiri oleh pihak yang berwajib dan kebebasan setiap umat beragama untuk melaksanakan kewajiban imannya dilindungi. Bruder Stephanus juga mengharapkan agar kesadaran masyarakat untuk lebih meningkatkan toleransi dan menjaga keutuhan Bhinneka Tunggal Ika karena NKRI itu harga mati. Ia juga menghimbau pihak yang berwajib untuk melakukan proses penyelesaian kasus penyerangan di Gereja St. Lidwina, Bedog secara transparan.
![]() |
| Syahrul Yadi |
Peristiwa ini juga menjadi sorotan oleh Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalbar, Syahrul Yadi. Semua masyarakat harus menahan diri. Jangan karena peristiwa ini lalu membuka peluang atau memancing hal-hal lainnya. Apalagi sekarang ini mulai tahun panas politik dan kita tidak mengetahui juga ada apa sebenarnya di balik peristiwa ini. Saat ini penanganan kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib. Semua umat diminta bijak dan profesional menyikapi hal ini. Untuk menilai hal tersebut, harus dengan pikiran yang jernih.
![]() |
| Pandita Edi Tansuri |
Ketua Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kalimantan Barat, Pandita Edi Tansuri juga menanggapi tragedi penyerangan Gereja St. Lidwina Yogyakarta tersebut. Ia mengatakan situasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), biasanya ada saja suatu peristiwa yang muncul dan berpotensi mengacaukan stabilitas negara. Kita harus tenang, berpikir jernih dan sikapi dengan suasana hati lebih sabar menggunakan prinsip keharmonisan. Ia melanjutkan bahwa masyarakat untuk tidak memandang peristiwa ini sebagai masalah yang besar. Trageni ini menurutnya harus menjadi pemicu bagi umat beragama, terutama tokoh-tokoh agama untuk bergandeng tangan, lantas menunjukkan bahwa semua agama hidup dalam semangat satu keberagaman.
Referensi: pontianak.tribunnews









Tidak ada komentar:
Posting Komentar