![]() |
| Kartius dan kaum muda-mudi |
Kartius bagi kami pribadi merupakan sosok yang sangat teguh, ulet, pekerja keras dan sangat tahan uji. Apalagi jika menilik ke masa lalunya yang sangat keras, sangat sepadan apa yang dikatakan oleh penulis nasional yang membedah buku otobiografi Kartius yang ditulis oleh Adrianus Marsel, “Pejabat Tiga Zaman” bahwa Kartius adalah mutiara indah yang ada di bumi Kalimantan. Baginya untuk maju dan sukses perlu usaha keras dan mental baja. Merantau adalah pilihan yang diambil agar kehidupan di masa depan dapat berubah semakin lebih baik.
Dari kampung tercinta ia bertolak menuju kota Pontianak. Melalui perjalanan berliku, dari kampung ke kampung akhirnya Kartius bisa menjejakkan kakinya ke kota Khatulistiwa pada tahun 1974. Ia juga harus tinggal di tempat orang lain mengingat kondisi ekonomi keluarganya saat itu dikategorikan agak sulit. Namun Kartius tetap teguh dan tekun dalam melanjutkan pendidikannya. Sang ayah berpesan agar ia harus belajar sakit, belajar menderita dengan cara merantau. Pernah suatu hari ia bersama rekannya terpaksa mencuri kebun sayur-sayuran karena uang sudah habis. Semua itu dilakukannya untuk bertahan hidup, kenangan masa muda itu menjadi pelajaran dalam hidup bahwa untuk bertahan hidup kita perlu melakukan suatu cara,daripada mati tidak melakukan apapun. Bahkan ia bersama teman dekatnya juga pernah berjualan lelong.
Sekalipun demikian, kenakalannya sekedar di situ saja. Di sekolah ia adalah seorang siswa yang tekun. Meskipun tidak memiliki banyak bakat, ia dikenal sebagai siswa yang memiliki banyak akal. Selain itu, para guru mengenal Kartius sebagai siswa yang jujur, sehingga ia pantas memperoleh nilai tinggi untuk kejujurannya. Hal tersebut menular sampai masa kuliahnya. Buah-buah berkat mengalir hingga mengantarkan Kartius pada jabatan yang tinggi di pemerintahan Provinsi Kalbar selama tiga zaman gubenur (Bapak Aspar Aswin, Bapak Usman Jafar, dan Bapak Cornelis).
Dalam perjumpaan bersama pemuda, Kartius senantiasa menceritakan masa mudanya sebagai pengalaman yang menarik untuk disimak. Dalam nada gurau, namun serius pernah dikatakannya pula bahwa kita manusia jangan jujur keterlaluan. Kartius menggambarkan hal itu dengan perumpamaan “bengkok-bengkok ekor kucing” dengan jari telunjuknya yang sedikit dibengkokkan. “Jangan juga terlalu bengkok, itu serakah kata Tuhan!” tuturnya. Artinya, kita boleh melanggar aturan asalkan untuk kepentingan umum (kebijakan), bukan untuk memuaskan nafsu pribadi atau kepentingan kelompok belaka.
Ia juga menegaskan kepada kaum muda untuk berlaku militan bukan jadi kaum muda yang “dengek-dengek”. Ikut organisasi kepemudaan hendaknya menjadi saluran aspirasi kaum muda untuk membangun negeri dengan cara pemuda yang sarat dengan semangat, idealisme, dan gairah. Ia menjelaskan semangat itu dalam refleksi pada sang presiden pertama RI Soekarno yang mengatakan bahwa pemuda harus menggantungkan cita-cita setinggi langit. “21 tahun Soekarno berkuasa sebagai presiden, itu adalah posisi tertinggi yang ada di negara kita, beliau sudah membuktikannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan sang sama Kartius mengungkapkan bahwa dirinya tetap optimis maju sebagai calon Gubernur Kalbar 2018-2023. “Sekalipun dibayar 50 milyar, jika sudah masuk pendaftaran pilgub, saya takkan mundur!” tegasnya. Ia mengungkapkan bahwa visinya jelas untuk melanjutkan tongkat estafet pembangunan yang sudah ada dan sudah baik. Perbaikan yang ada seperti infrastuktur, listrik, pembangunan desa, peningkatan kedokteran ke setiap daerah dan masih banyak lagi hal-hal yang akan direncanakannya jika terpilih sebagai gubernur. “Menjadi Gubernur itu bukan hanya soal berkuasa, tetapi bagaimana cara melayani,” ungkapnya.
Inilah sosok Kartius yang menurut penulis sangat jujur dan kaya akan pengalaman yang agaknya sekedar tulisan akan sangat tebal untuk dituliskan. Namun, dari beberapa penggalan-pengalaman hidupnya, banyak hal yang dapat dipetik. Mulai dari sikap kerja keras, pantang menyerah, jujur, rendah hati, sederhana dan tidak gengsi. Selain itu, iman yang kuat serta usaha yang besar tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kartius adalah sosok pemimpin yang berani dalam membela kebenaran dan mengambil keputusan yang tepat. Kartius merupakan pemrakarsa pembubaran Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, ia berani bersuara karena Menpan-RB RI, Yuddy Chrisnanto dianggap menghina PNS oleh statemen yang meresahkan dan akhirnya sang menteri dicopot dari jabatannya. Nama Kartius dicatat sebagai tokoh sejarah Nasional yang berani menginisiasikan pembubaran salah satu kabinet kerja Presiden RI. Selain itu, selama kurang lebih 5 bulan menjabat sebagai PJ Bupati Ketapang, ia telah membuat berbagai kebijakan-kebijakan super berani yang membuat ia dikenang oleh masyarakat Ketapang hingga saat ini. Bagaimana jika ia diberikan waktu 5 tahun untuk memimpin Kalbar kelak? Semoga pemuda bisa meniru teladan-teladan seorang Kartius dari semasa mudanya hingga saat ini.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar