![]() |
| Kartius, SH., M.Si. (Pekan Gawai Dayak XXXII) |
Sewaktu ia melaksanakan pendidikan kuliah S2, Kartius telah dipercaya oleh pemerintah Provinsi Kalbar untuk menempati posisi jajaran pejabat eselon V sebagai Kasubbag. Perlindungan dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum Provinsi Kalimantan Barat. Selama menjabat sebagai Kasubag, Kartius dipercaya oleh atasannya Kabag. Perlindungan dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum. Beliau adalah sosok pemimpin yang terkenal jarang memberikan kesempatan pada anak buahnya untuk belajar tetapi tidak untuk Kartius. Suatu hari ia diberi kesempatan oleh atasannya untuk mengikuti penataran dan tampil di depan umum memberikan materi penataran. Kartius juga dipercaya membantu salah satu Bupati yang berperkara pada pemilihan kades di suatu daerah bersama beberapa rekan kerjanya seperti Silverius Sinor, SH yang pernah menjabat PLT Sekda Kabupaten Bengkayang dan Lukas Laun. Di situlah ia mengikuti persidangan di pengadilan tata usaha dan menang.
Selama menjadi Kasubbag Perlindungan dan Bantuan Hukum pada Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Barat, Kartius menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang sangat baik. Ia berhasil mengubah paradigma beberapa pegawai lain yang tidak pernah mau disiplin apalagi sebagai pegawai di Biro Hukum yang terkenal tidak ada kerjaan. Bagi Kartius, ada atau tidak ada kerjaan, ia tetap masuk sesuatu aturan yang berlaku, selalu apel pagi, bisa bekerja sama dengan orang lain.
Dari sikap disiplin serta kooperatif, Kartius akhirnya dilirik oleh Kepala Biro Perlengkapan Bpk. Drs. H. Muis Hatka, mantan PJ Bupati Sekadau untuk dipromosikan menjadi pejabat eselon IV sebagai Kabag. Distribusi dan Penyimpanan Biro Perlengkapan. Saat itu pada posisi tersebut mengalami kekosongan. Promosi itu sempat menuai protes oleh sebagian pegawai khususnya pegawai senior yang berpangkat lebih tinggi dari Kartius. Di situlah pendidikan seseorang menjadi sebuah keberuntungan untuk mendapat jabatan karena dianggap sudah bergelar magister maka Kartius pun layak menjabat jabatan tersebut.
Karena sikap yang ditanamkan oleh orang tua sejak kecil untuk disiplin dan bekerja dengan baik, Kartius kemudian dipercaya di berbagai posisi serta berkembang dalam karier. Setelah menjadi Kabag. Distribusi dan Penyimpanan Barang, kemudian Kartius dimutasi menjadi Kabag Pemeliharaan dan Pengamanan Aset pada Biro Perlengkapan Setda Provinsi Kalimantan Barat.
Dari pejabat eselon IV ia semakin berkembang ketika terjadi perubahan tipelogi. Saat menjadi Kepala Biro ia diangkat menjadi pejabat eselon III sampai eselon IIb. Pada eselon III ia dipercaya oleh Gubernur Kalimantan Barat, Bpk. H. Aspar Aswin sebagai Kepala Biro Perlengkapan Provinsi Kalimantan Barat. Kartius sempat mengalami ujian ketika pergantian Gubernur dari Bpk. H. Aspar Aswin digantikan oleh Bpk. H. Usman Jafar, B.A. ia sempat tidak terhitung dalam jajaran yang dilantik karena dieliminasi oleh Sekda. Namun, ia telah menerima SK Plt. Kepala Biro Perlengkapan. Roda pemerintahan Kalbar sempat mengalami riak gelombang namun tidak melebar karena setelah kejadian itu, Kartius dilantik bersama beberapa pejabat lainnya.
Kartius merupakan satu-satunya pejabat eselon II di Indonesia yang dilantik sebanyak 4 kali dengan posisi yang sama dari Gubernur yang berbeda. Ketika rolling jabatan, ia tidak pernah dipindahtugaskan dari jabatannya meskipun ia sempat mengajukan pengunduran diri. Menurut Bpk. Drs. LH. Kadir yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar telah ada 4 kandidat yang akan merebut posisi Kepala Biro Perlengkapan, tetapi Kartius dianggap paling cocok menduduki posisi tersebut.
Satu sikap yang ditanamkan oleh Kartius sejak awal adalah loyalitas yang tinggi pada atasan, tidak serakah dan tidak pernah menginginkan sesuatu yang lebih besar. Ia lebih cenderung bekerja menggunakan hati nurani sehingga ia terus dipercaya pada posisi sebelumnya. Selama menjadi Kepala Biro Perlengkapan, banyak terobosan yang dilakukan Kartius. Diantaranya, kemudahan dalam DUM, dipermudahnya pengelolaan HGB, dan yang luar biasa adalah gebrakan dalam hal sensus barang, Kalimantan Barat menjadi salah satu Provinsi yang melakukan sensus barang daerah setiap lima tahun sekali. Ia juga melakukan transparansi administrasi untuk membuka Buku Induk Inventaris yang dibagi-bagikan kepada Instansi seperti Inspektorat, Biro Keuangan, DPRD Provinsi Kalbar, dan Arsip Daerah. Suatu hal yang langka yang belum pernah dilakukan oleh pejabat yang menangani Biro Perlengkapan sebelumnya.
Tidak hanya sampai di situ, Kartius juga melakukan hal yang tidak semua Biro Perlengkapan provinsi lain lakukan. Ia mengusulkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang daerah, Perda tentang Restribusi Pemakaian Barang daerah. “Kalau ada barang daerah yang lepas pada pihak ketiga tanpa persetujuan dewan sebelum PP UU No. 6 th 2006, saya siap digantung,” tegasnya.
Saat Bpk. Cornelis, MH menang merebut kursi Gubernur, Kartius tetap dipercaya sebagai Biro Perlengkapan dan dipercaya sebagai Asisten III Gubernur Kalimantan Barat. Dari sinilah ia semakin dikenal oleh masyarakat Kalimantan Barat karena selalu dipercaya untuk menghadiri beberapa agenda kegiatan mewakili Gubernur Kalbar. Selama menjabat sebagai asisten III ia dikenal sebagai pejabat yang tersohor karena sering berbagi kasih dengan masyarakat.
Setelah itu, Kartius dipercaya kembali sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat menggantikan Drs. Robertus Isdemus, M.Si. Pada saat yang sama, ia juga dipercaya menduduki posisi sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekda Provinsi Kalimantan Barat selama 71 hari menggantikan Dr. M. Zeet yang sedang mengikuti Lemhanas. Selanjutnya ia juga dipercaya sebagai Penjabat Bupati Ketapang selama beberap bulan hingga akhirnya rolling jabatan tahun lalu sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar. Pada bulan April 2018, ia akan pensiun sebagai pejabat daerah Pemprov. Kalbar.
Sikap disiplin tinggi, kerja keras, tanggung jawab tinggi, loyalitas serta ketegasan menjadi kekuatan Kartius untuk menapak membantu pemerintah dalam menjalankan roda kepemimpinan selama 3 masa Gubernur Kalbar. Di akhir pensiunnya, ia akan menggunakan pengalamannya selama bekerja dalam birokrasi pemerintahan Kalbar yang sudah dikenalnya sekitar 18 tahun. Ia mengetahui seluk beluk daerah Kalbar melalui perjalanan hidup dan karier selama dipercaya oleh beberapa pimpinannya saat memegang tugas dan tanggung jawab. Belajar dari kepemimpinan 3 Gubernur, ia akan mengkolaborasikan gaya atau model kepemimpinan ketiganya serta cara kerjanya dalam berbagai planning serta program kerja untuk menciptakan Kalimantan Barat yang sejahtera, damai, aman dan nyaman untuk didiami.
Maka dari itu percayalah pada Kartius, di tengah zaman yang semakin merosot baik secara moral, etika, toleransi, nasionalisme yang kita butuhkan adakah pemimpin yang berintegritas. Pemimpin yang mampu menyatukan semua etnis, suku, agama dan kebudayaan. Pemimpin yang tidak membeda-bedakan, penuh toleransi dan mau bekerja sama dengan siapa saja. Sehingga kita mampu mewujudkan Kalimantan Barat yang hebat, Kalimantan Barat yang bermartabat, Kalimantan Barat yang Nasionalis, Kalimantan Barat yang Indonesia. Maka, Tuhan akan memberikan jalan lebar dan ikut serta dalam segala usaha yang dianggap orang “kurang percaya” sebagai sia-sia.
“Jangan takut dengan kebesaran. Sebagian orang terlahir untuk besar, sebagian mencapai kebesaran, dan sebagian mendapat kepercayaan untuk kebesaran.” (Penyair dan dramawan dari Inggris 1564-1616)
“Keunggulan dalam berkata-kata menciptakan kepercayaan diri. Keunggulan dala berpikir menciptakan sesuatu yang sangat besar. Keunggulan dalam memberi menciptakan cinta.” (Lao-Zu, Filsuf dari Tiongkok +/- 600 SM)
"Imanmu telah menyelamatkan engkau!" (Mat. 9:22)
NB: Dikutip dari Buku "Kartius Pejabat 3 Zaman" (Adrianus Marsel, S.Pd., M.Pd: 2017)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar